Sunday, October 21, 2012

bertingkah terlalu antusias itu, terkadang membuat saya terlihat bodoh...
karena (terkadang lagi) orang - orang di sekitar saya sebenarnya tidak begitu peduli dengan keantusiasan saya...
bahkan saat saya sedang antusias, saya tidak sadar...
betapa tidak antusiasnya orang - orang di sekitar saya dengan keantusiasan saya.

seperti barusan...

Wednesday, October 10, 2012

penting


Saya lagi ada di Medan nih. Penting? Penting banget! Kenapa? Karena buat saya Medan adalah tempat berpergian terjauh ke dua setelah Balikpapan.

Baru beberapa jam saya di sini. Tadi mendarat around jam setengah satu, dari bandara langsung cus ke venue. Sampek di venue langsung chit chat sama beberapa kru, makan, then cus ke radio buat promo. Di jalan saya sempet tidur saking ngantuknya, Cuma beberapa menit tapi lumayan banget sist. Wasyukurilah.

Yang saya tangkap pertama kali dari kota ini adalah para drivers mobil dan riders motor yang saat memacu kendaraan mereka kayak orang lagi kebelet eek, ngebut! Selama beberapa jam di sini, saya belum pernah liat orang naik motor selow kaya di pulow atau nyetir mobil santai kayak di pantai. Semuanyak was wes was wes, kayak yang saya bilang, kebelet.

Hal lain yang sangat easily noticed adalah rumah – rumah di sini. Gede – gedenyaaaaa mintak ampun! Dan ituk nggak cuman satu dua, tapi buanyak banget. Hihi yang saya pikirin, itu kan males banget nyapu ama ngepelnya rumah segede gitu. Kecuali dia punya menantu 16. Ieeeeew.

It seems such nothing’s really special for people, but I make it special. Maksudnya, hal – hal yang saya lakukan, yang mungkin buat orang biasa aja, buat saya itu sangat berharga. Jutaan orang di luar sana berkali – kali bolak balik ke Medan, misalnya, and that sounds really ordinary. But for me this is special. Ada ratusan juta orang diluar sana yang melakukan hal – hal sangat hebat untuk mereka bahkan untuk dunia, tapi dengan peraihan saya yang hanya sekecil ini, saya tetap menganggapnya spesial.

Saya hargai setiap hal yang dianugerahkan kepada saya, oleh Tuhan lewat sesama maupun lewat diri saya sendiri.  Saya nikmati setiap detiknya, setiap menitnya. Karena memang itu yang ingin saya lakukan, menghargai diri sendiri agar bisa belajar menjadi lebih pintar untuk menghargai orang lain.

Kayaknya sih gitu. Kayaknya loh ya.

Saturday, October 06, 2012

lagu



saya adalah orang yang hobi mengagumi lagu - lagu yang saya dengar. kadang suka pengen teriak - teriak sendiri saat denger lagu yang luar biasa bagusnya (menurut saya). gregetan!

saya suka heran, kenapa musisi - musisi itu bisa bikin lagu sebagus itu. apa yang mereka pikirkan? kekuatan apa yang mereka punya kok bisa - bisanya bikin lagu sebagus dan seenak itu? sukak kesel deh! #salahfokus

ada beberapa sebab saya jadi mendengarkan lagu. yang pertama nggak sengaja denger. sebagai seorang penyiar mau nggak mau hampir setiap hari saya dijejelin macem - macem lagu. yang kedua, karena saya diperintahkan buat bisa menyanyikan lagu itu untuk sebuah kepentingan *mbulet*, bahasa prancisnya 'ngulik'. yang ke tiga karena rekomendasi siapapun, menurut mereka ada lagu yang bagus dan layak di dengar, lalu saya coba mendengarkan, dan mencoba membuktikan. yang lainnya adalah mengikuti dengan tidak sengaja orang - orang yang sedang mendengarkan lagu (di sekitar saya).

bukan memahami lirik yang saya lakukan saat pertama mendengar sebuah lagu, tetapi nada. pertama vokal, lalu satu demi satu saya dengarkan nada yang dihasilkan tiap - tiap instrumentnya. lalu setelah itu saya bakal terkagum - kagum campur terheran - heran, kok bisa - bisanya mereka bikin bunyi gitar seperti ini, bikin ketukan drum seperti itu, bikin harmonisasi dan aransemen seperti anu. musisi - musisi gila!

nada, itu kekuatan utamanya, kemudian lyrics make it complete! *kalo saya sih

apapun sebabnya, gimanapun caranya, saya akan tetap menjadi seorang pecandu lagu. selamanya.

Thursday, September 27, 2012

bahasa inggris


Saya bilang Bahasa Inggris itu keren banget. Bagus. Enak. Dan lembuuuuuuut... #salahekspresi. Saya dari kecil suka bahasa Inggris, sampai udah segede ini masih aja tergila – gila sama Bahasa Inggris. Walaupun gitu bukan berarti saya pinter Bahasa Inggris, karena bagaimanapun saya masih sering kesusahan dalam beringgris2 ria jenaka.

Saya suka ngomong sendiri pakai Bahasa Inggris (la wong nggak ada yang bisa diajak ngomong Inggrisan). Suka juga niruin kata – kata Bahasa Inggris di pelem – pelem, atau di iklan – iklan. Saya bilang saya lebih mengkiblat ke British Inggris, padahal boro – boro mudeng *keplak!

Saya nggak peduli deh Bahasa Inggris yang saya peke kacrut dan lengob. Ya walaupun gitu kadang sadar juga sih sebenernya kata – kata yang saya ucapin suka salah. Dan orang – orang sebagai anjing yang menggonggong si biasanya ngecap saya sok. Sok nggak cantik, sok nggak pinter, sok nggak bisa Bahasa Inggris. Padahal saya kan cuma kebalikannya.

Udah wor?

Udah.



malang, panas



Malang, panas...
Entah dari mana bisa sampe kota ini kalau bukan karena kerjaan. Kerjaan lagi kerjaan lagi, sebagian besar waktuku dibuang disitu. Nggak pernah nyangka jadi orang yang gila kerja seperti ini menginggat aku basically adalah orang yang maniak bermalas – malasan dan gila kasur.

Bukan keadaan yang disengaja kalau aku sekarang mengabdikan diri pada pekerjaan – pekerjaan aku. Kalau aku bilang, semuanya yang aku kerjakan ini sih bukan pekerjaan, tapi kesenangan. Cape itu pasti ada, tapi mereka buatku sudah menjadi addictive things. Bikin kecanduan. Bikin cape, tapi puas dan selalu mau lagi *woppoh

Aku sedang belajar. Belajar tidak mengeluh atas semua yang aku jalani apapun itu. Sisi kehidupanku memang ada beberapa, dan nggak semuanya selalu berjalan dengan baik, dan aku memilih bertahan dengan terus berjalan, bahkan kalau bisa berlari layaknya banci dikejar kamtib.

Ngomongin soal banci dan kamtib... #gagal fokus

THE END









ah mereka


Ah….mereka (mungkin) tidak jahat…

“Wah hidup kamu sudah enak ya sekarang, boleh nih sering – sering kasbon…” *kemudian cekikikan
“Wuih nggak nyangka loh kamu bisa kuliah sampai selesai”
“Kerjaan kamu enak ya, santai, kayaknya seneng – seneng gitu, tapi dapetnya banyak, nggak kaya aku, nggak suka aku sama kerjaanku, cape, …..bla bla bla” *gemlonthang layaknya kaleng rombeng
Sekarang kalian bisa bilang seperti ini. Ingat yang kalian katakan bertahun – tahun yang lalu???

“Udah lah aku aja yang bayarin baksonya, kayak kamu punya duit aja” *satu dan lainnya cekakakan
“Kamu nanti lulus SMA kerja di supermarket juga paling ketrima kok, lagian nggak mungkin juga kan kuliah, duit dari mana???”
“Tuh mumpung ada makanan gratisan, dimakan dong, kamu kan nggak pernah makan enak di rumah”
“Ealah kerjaan kok ngeband terus, emang nanti kamu bisa hidup dari ngeband?? *nyinyir
“Heh pake baju nggak usah sok nggaya gitu lah, nggak usah pake dicet segala rambutnya, tindikan di mana – mana. Dompet ada isinya juga enggak, pake sok – sokan mau nggaya”

Menakjubkan! Kata – kata kalian itu sampai sekarang masih terngiang jelas di telinga saya. Sakitnya masih ada, namun dendamnya tidak. Karena saya tidak mau mempersulit langkah kaki saya sendiri ke depan dengan membiarkan dendam itu terus bercokol *ceileh bahasanye* di hati dan otak saya.

Ah…mereka (mungkin) tidak jahat. Mereka hanya tidak benar – benar tahu apa yang mereka perbuat dan katakan.

Friday, March 09, 2012

fercyumah


Percuma kamu cantik dan ganteng, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma kamu pake wedges, rok mini, pamer paha mulus dan betis yahud, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma badanmu six-pack dan wangi.tapi buang sampah selalusembarangan

Percuma kamu pake jaguar, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma kamu pake aipon, blekberi, atau teb,tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma toketmu gede pantatmu bohay *eh, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma jabatanmu setinggi langit, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma kamu punya seribu talenta, tapi buang sampah selalu sembarangan

Percuma kamu lulusan universitas bonapit dengan IPK 3,99, tapi buang sampah selalu sembarangan


Semuanya percuma kalau kamu tidak bisa membedakan mana yang tempat sampah dan mana yang bukan

Semuanya percuma karena ternyata kamu tidak mencintai dan tidak mau menjaga bumi kita tercinta ini *gaya sitik

Kerena siapapun dan bagaimanapun kamu, serta apapun yang kamu pakai dan miliki, jika kamu selalu membuang sampah sembarangan alias barrrberrr, kamu akan selalu tampak ............. *you name it!

Buang sampah pada tempatnya yuk, biar nggak keliatan LENGOB!